PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR TEMATIK DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA SISWA KELAS II UPT SDN 113 PANA

  • RAHMAINDRIANI RAHMAINDRIANI SDN 113 PANA
Keywords: hasil belajar, discovery learning, model

Abstract

Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar sisa pada mata pelajaran tematik dengan menggunakan model Discovery Learning pada kelas II UPT SD Negeri 113 Pana. Subjeknya adalah siswa kelas II UPT SD Negeri Pana berjumlah 26 siswa. Desain PTK menggunakan model Kemmis dan Taggart yang meliputi perencanaan, tindakan dan observasi serta refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Analisis data yang digunakan statistik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan pada hasil belajar siswa, hal itu dapat di lihat dari ketuntasan KKM siswa dari tahap pra siklus sampai kegiataan setiap siklus, yaitu pada pra siklus sebesar 21%,pada siklus I pertemuan 1 sebesar 28,58%, pada siklus I pertemuan 2 sebesar 42,86%,pada siklus II pertemuan 1 sebesar 89,3% sedangkan Siklus II pertemuan 2 sebesar 92,9%. Hal tersebut di iringi dengan peningkatan rata – rata hasil belajar siswa dari pra siklus sebesar 67, siklus 1 pertemuan 1 sebesar 69, siklus I pertemuan 2 sebesar 73, siklus II pertemuan 1 sebesar 91 sedangkan siklus II pertemuan 2 sebesar 93. Begitu juga dengan aktivitas siswa dari pra siklus sampai siklus I dan II mengalamai kenaikan pada pra siklus indikator aktivitas siswa sebesar 36 ( Pasif), siklus I sebesar 50 – 55 ( Cukup Aktif ) sedangkan siklus II sebesar 78 – 86 ( Aktif ). Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Discovery Learning dalam pembelajaran tematik di kelas 2 dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa.

References

Anni. (2004). MKDK-IKIP Semarang. Psikologi Belajar : IKIP Semarang. Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta. Hamalik,
Hartini, S. (2019). Kompetensi Profesional Guru dalam Meningkatkan Motif Berprestasi Peserta Didik: Studi di SDN Karangpucung 04 dan SDN Karangpucung 05 Kabupaten Cilacap. Indonesian Journal of Education Management & Administration Review, 3(1), 71-76.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013). Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.
Kusnandar. (2010). Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Prasetiawan, H., & Supriyanto, A. (2016). GUIDANCE AND COUNSELING COMPREHENSIF PROGRAM IN EARLY CHILDHOOD EDUCATION BASED ON DEVELOPMENTAL TASK. Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education), 3(3), 95-103.
Syah, Muhibbin. (2008). Psikologi Belajar.Jakarta : Raja Grafindo Persada. Syaiful Sudirman. (2003). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kulaitatif danR & D).Bandung : Alfabeta
Supriyanto, A., Hartini, S., Irdasari, W. N., Miftahul, A., Oktapiana, S., & Mumpuni, S. D. (2020). Teacher professional quality: Counselling services with technology in Pandemic Covid-19. Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 10(2), 176-189.
Supriyanto, A., Hartini, S., Syamsudin, S., & Sutoyo, A. (2019). Indicators of professional competencies in research of Guidance and Counseling Teachers. Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 9(1), 53-6
Published
2022-01-12
Section
Articles