PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATERI GERAK DAN GAYA DENGAN PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SMPN 1 LONG BAGUN

  • Rika Herlina SMP Negeri 1 Long Bagun
Keywords: Problem Based Learning, Gerak dan Gaya, Minat Belajar

Abstract

Minat belajar peserta didik kelas VIII pada mata pelajaran IPA di SMPN 1 Long Bagun relatif kurang terutama pada materi yang memiliki bagian perhitungan. Salah satu penyebabnya karena siswa merasa materi tersebut adalah materi yang sulit sehingga siswa tidak menyukainya. Seperti yang terlihat pada hasil awal angket minat belajar siswa memiliki presentase sebesar 76,90 %. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi Gerak dan Gaya dengan model Problem Based Learning, dengan target pencapaian minimal presentase minimal 85%. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan teknik pengumpulan data melalui angket minat belajar dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan berupa teknik analisis kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian didapatkan bahwa presentase minat belajar siswa pada siklus I mencapai 84,52 % meningkat dibandingkan dengan presentase sebelum penggunaan model Problem Based Learning. Pada Siklus II terjadi peningkatan sebesar 88,46 % dan pada siklus III mencapai 94,18 % . Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan minat belajar siswa.

 

Abstract: The learning interest of 8th grade students in science subjects at SMPN 1 Long Bagun is relatively lacking, especially in material that has a calculation section. One of the reasons is because students feel the material is difficult so students do not like it. As seen in the initial results of the student learning interest questionnaire, the percentage was 76.90%. This study aims to increase student interest in learning in science subjects in Gaya dan Gerak material with a Problem Based Learning model, with a minimum achievement target of a minimum percentage of 85%. The type of this research is classroom action research with data collection techniques through learning interest questionnaires and documentation. The data analysis technique used is a quantitative analysis technique using descriptive statistics. The results showed that the percentage of student interest in learning in the first cycle reached 84.52%, an increase compared to the percentage before using the Problem Based Learning model. In the second cycle there was an increase of 88.46 % and in the third cycle it reached 94.18 % . From the results of this study, it can be concluded that the implementation of the Problem Based Learning model can increase students' interest in learning.

References

Ariayana, Y., Pudjiastuti, A., Bestary, R., Zamroni. (2018). Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Jakarta : Direktorat Jenderal GTK Kemdikbud.
Djamarah, S.B. (2002). Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Kunandar. (2013). Langkah – Langkah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta : Rajawali Pers.
Miyarso, E. (2019). Perancangan Pembelajaran Inovatif. Jakarta : Kemdikbud.
Muhtadi, A. (2019). Pembelajaran Inovatif. Jakarta : Kemdikbud.
Pujirianto. (2019). Peran Guru dalam Pembelajaran Abad 21. Jakarta : Kemdikbud.
Rusman. (2014). Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah. Edutech : Jurnal Educational and Technology. 13(2), 211-230. Doi : https://doi.org/10.17509/edutech.v13i2.3102.g2124.
Published
2022-01-14