IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI UNIT PELAKSANA TEKNIS SEKOLAH DASAR NEGERI 103 LUMBEWE KABUPATEN LUWU TIMUR

Authors

  • Rupina Rupina Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.26858/ges.v4i1.673

Keywords:

Gerakan Literasi Sekolah, unit pelaksana, teknis

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran implementasi Gerakan Literasi Sekolah di UPT SDN 103 Lumbewe Kabupaten Luwu Timur. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi dengan informan yaitu  kepala sekolah, guru, ketua Tim Literasi Sekolah ( TLS ), petugas perpustakaan, dan peserta didik.Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi GLS di UPT SDN 103 Lumbewe Kabupaten Luwu Timur berada pada tahap pengembangan. Faktor pendukung dalam implementasi GLS, yaitu: a) tersedianya perpustakaan sekolah yang menunjang buku-buku nonpelajaran sebagai bahan bacaan kegiatan literasi, b) tersedia sudut-sudut baca kelas untuk mendekatkan peserta didik dengan koleksi perpustakaan sebagai bahan berliterasi, c) ada Tim Literasi Sekolah (TLS) yang mengelola pelaksanaan kegiatan literasi, d) komitmen kepala sekolah dalam mendukung pelaksanaan GLS. Sedangkan faktor penghambat yaitu a) masih rendahnya minat membaca peserta didik, b) masih rendahnya konsistensi guru dalam melaksanakan kegiatan literasi secara rutin, c) tidak tersedia taman/area baca sebagai tempat berliterasi peserta didik, d) minimnya jumlah buku nonpelajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik di kelas awal. Upaya–upaya untuk meningkatkan GLS diantaranya: a) kepala sekolah membuat usulan pembenahan taman dan pengadaan Usaha Kesehatan Sekolah kepada pemerintah desa dan berkoordinasi dengan komite sekolah sebagai upaya pelibatan peran alumni, b) Tim Literasi Sekolah mengawasi dan memberikan pendampingan terhadap pelaksanaan kegiatan literasi, c) guru memvariasikan teknik membaca dan jenis kegiatan dalam pelaksanaan literasi dan memberikan keleluasaan bagi peserta didik untuk memilih tempat dan posisi berliterasi yang nyaman, d) tenaga perpustakaan berkoordinasi dengan guru-guru dalam sirkulasi buku-buku ke sudut baca kelas dan membuat jadwal wajib kunjung perpustakaan.

Published

2022-05-24

Issue

Section

Articles