SOSIALISASI DAN EDUKASI GERAKAN 3M+ UNTUK MENCEGAH PERKEMBANGBIAKAN NYAMUK AEDES AEGYPTI PADA KOS PUTRI TIARA INDAH NO. 15 LINGKUNGAN PATRANG, JEMBER

Authors

  • Dini Triyani Universitas Jember
  • Inge Wiliandani Setya Putri Universitas Jember
  • Arik Aguk Wardoyo Universitas Jember
  • Ananda Putri Nabila Universitas Jember
  • Nimas Vivi Ambarwati Universitas Jember
  • Dhenistya Wahyu Sampurno Universitas Jember
  • Jihan Sabila Kamal Universitas Jember

Abstract

Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit menular serius yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini berkembang biak di lingkungan dengan genangan air atau tempat penampungan air terbuka. Faktor seperti sanitasi buruk dan rendahnya kesadaran menjaga kebersihan lingkungan turut memperparah penyebarannya. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah menggalakkan Gerakan 3M+, yaitu menutup tempat penampungan air, menguras bak mandi, dan mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air, ditambah langkah lain seperti penggunaan lotion anti nyamuk dan fogging. Penelitian ini berfokus pada sosialisasi Gerakan 3M+ kepada penghuni Kos Tiara Indah di Lingkungan Patrang, Jember. Kegiatan mencakup penyuluhan langsung, pembagian selebaran edukasi, dan simulasi praktik 3M+ dengan partisipasi aktif penghuni kos. Para penghuni diberikan informasi tentang bahaya Demam Berdarah Dengue, siklus hidup nyamuk, dan langkah pencegahannya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif untuk menilai efektivitas kegiatan sosialisasi. Tujuan utama adalah meningkatkan kesadaran dan partisipasi penghuni kos dalam menjaga kebersihan lingkungan untuk menekan risiko penyebaran Demam Berdarah Dengue. Dengan penerapan Gerakan 3M+, diharapkan lingkungan tempat tinggal lebih sehat dan bebas dari ancaman Demam Berdarah Dengue.

Kata Kunci: Aedes aegypti, Demam Berdarah Dengue, Gerakan 3M+, pencegahan, sosialisasi, edukasi.

References

Boesri, H. (2011). Biologi dan peranan Aedes albopictus (Skuse) 1894 sebagai penular penyakit. ASPIRATOR-Journal of Vector-borne Disease Studies, 3(2), 117-125.
Dinkes Jember. (2022). Laporan Tahunan Kesehatan Lingkungan. Jember: Dinas Kesehatan Jember.
Jannah, L. N., Ashadi, H., Rahma, S. B., & Sumarni, L. (2022, November). SOSIALISASI UPAYA PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DI ERA PANDEMI KEPADA WARGA RW 005 KELURAHAN KERANGGAN, KECAMATAN SETU, KOTA TANGERANG SELATAN, BANTEN. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ (Vol. 1, No. 1).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian DBD. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Nur, F. R., & Karniawati, N. (2024). Strategi Pemerintah dalam Menanggulangi Penyebaran Penyakit Demam Berdarah Dengue di Kota Bandung. 59–64.
Pradani, F. Y., Ipa, M., & Yuliasih, Y. (2011). Status resistensi Aedes aegypti dengan metode Susceptibility di Kota Cimahi terhadap Cypermethrin. ASPIRATOR-Journal of Vector-borne Disease Studies, 3(1), 18-24.
Rahayu, D. F., & Ustiawan, A. (2013). Identifikasi Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Balaba: jurnal litbang pengendalian penyakit bersumber binatang banjarnegara, 7-10.
Soedarto. 2012. Demam Berdarah Dengue. Edisi Cetakan ke-1. Jakarta: Sagung Seto.
Sukohar, A. (2014). Demam Berdarah Dengue (DBD). Medula: Jurnal Profesi Kedokteran Universitas Lampung, 2(02), 152633.

Published

2024-12-01

Issue

Section

Articles