PEMBELAJARAN SENI TARI MELALUI RANGSANG VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS TARI PADA SISWA KELAS X. IPA 3 SMA NEGERI 18 MAKASSAR

Authors

  • Siti Sawina Irda Universitas Negeri Makassar
  • Abdul Jalil UPT SMA Negeri 03 Makassar
  • Rahmah Rahmah Universitas Negeri Makassar

Keywords:

Learning, Dance, Visual Stimulation, Improving, Creativity

Abstract

Skripsi Jurusan Seni Pertunjukan Fakultas Seni Dan Desain Universitas Negeri Makassar (Dibimbing oleh Dr. A. Padalia, M.Pd dan Rahma M, S.Pd, M.Sn) Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk menjawab masalah: 1) Bagaimana proses kreativitas siswa dengan menggunakan rangsang visual dalam pembelajaran seni budaya aspek tari pada siswa kelas X IPA 3 SMA Negeri 18 Makassar? 2) Bagaimana hasil peningkatan kreativitas siswa dengan menggunakan rangsang visual pada siswa kelas X IPA 3 SMA Negeri 18 Makassar? Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus, di mana setiap siklus dilaksanakan selama empat kali pertemuan.

Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian : 1) penerapan metode pembelajaran dengan menggunakan rangsang visual dilaksanakan sebanyak dua siklus, pada siklus I setelah penyajian materi ditahap awal, pada pertemuan selanjutnya pembelajaran dilaksanakan di luar kelas, setelah mengobservasi siklus I ditemukan kendala-kendala dalam pembelajaran dan metode pembelajaran menggunakan rangsang visual masih perlu dikembangkan, maka perlu dilanjutkan penerapan siklus II. 2) Peningkatan menunjukkan hasil nilai rata-rata kelas pada siklus I mencapai 70% sedangkan pada siklus II mencapai 78% sehingga mengalami peningkatan sebesar 8%. Peningkatan yang terjadi dari hasil pra siklus hingga siklus II dari 20% hingga mencapai 80% meningkat sebanyak 60%. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan  bahwa  pembelajaran  seni  tari menggunakan metode rangsang visual dapat meningkatkan kreativitas siswa kelas X. IPA 3

References

Depdiknas .2003. Undang-undang RI No. 20 tahun 2003.tentang system
pendidikan nasional.

Depdiknas. (2004). Kerangka Dasar Kurikulum 2004, Jakarta.

Dimyati dan Mudjiono. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Hamalik, Oemar. 2005. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan
Sistem. Jakarta: PT Bumi Askara

Kuswarsantyo. (2012). Pelajaran Tari : Image dan Kontribusinya Terhadap
Pembentukan Karakter Anak. Jurnal Seni Tari. Vol. 3, No. 1, Pg. 17-23.

Sekarningsih, Frahma. Dan Rohayani, Heni. (2006). Pendidikan Seni Tari dan
Drama. Bandung: UPI PRESS.

Apriliani, F. (2014). Rekonstruksi Tari Kuntulan sebagai Salah Satu Identitas
Kesenian Kabupaten Tegal. Vol 3 (1), 8 Halaman

Pusnik, M. (2010). Anthropologi Notebook. Vol 16 (3). 4 Halaman

Smith, J.M., 1985, Chemical Engineering Kinetics, 5th ed., McGraw-Hill Book
Company Singapore

Adi S. 2003. Pengertian Peningkatan Menurut Ahli.
http://www.Duniapelajar.com.pengertian-Peningkatan-Menurut-
Para-Ahli.Html. Diakses pada tanggal 29 Maret 2021 pukul 22.44 WITA

Rachmawati, Yeni & Euis Kumiati. 2005. Strategi Pengembangan Kreativitas
Pada Anak Usia Taman Kanak-kanak. Jakarta : Depdikbud

Mohamad Surya. (2004). Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung:
Pustaka Bani Quraisy.

Suyanto. 1997. Pengenalan Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta : IBRD

Oja, S. N. & Smulyan, L. (1989). ICollaborative Action Research: A
Developmental Approach. Philadelphia: The Falmer Press

Arikunto, Suharismi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: Rineka Cipta

Published

2024-12-06

Issue

Section

Articles