IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL TAI ( TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION ) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SENI BUDAYA MATERI MENAMPILKAN LEVEL DAN POLA LANTAI PADA GERAK TARI PESERTA DIDIK KELAS VII SEMESTER II SMP NEGERI 1 RAREN BATUA

Authors

  • Sultan Sultan Program Studi Seni Budaya Universitas Negeri Makassar
  • Rahma M Universitas Negeri Makassar
  • Abdul Jalil Universitas Negeri Makassar

Keywords:

Seni tari, Metode Pembelajaran Kooperatif, Model TAI, Prestasi Belajar

Abstract

Kegiatan belajar bersama dapat membantu memacu belajar aktif. Kegiatan belajar dan mengajar di kelas memang dapat menstimulasi belajar aktif, namun kemampuan untuk mengajar melalui kegiatan kerja sama kelompok kecil akan memungkinkan untuk menggalakkan kegiatan belajar aktif dengan cara khusus. Apa yang didiskusikan peserta didik dengan teman – temannya dan apa yang diajarkan peserta didik kepada teman – temannya memungkinkan mereka untuk memperoleh pemahaman dan penguasaan materi pelajaran. Penelitian ini berdasarkan permasalahan yaitu Bagaimanakah peningkatan prestasi belajarseni budaya dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model TAI? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah : (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar Seni Budaya setelah diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model TAI. (b) memberikan gambaran metode pembelajaran yang tepat dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa dan menjadikan siswa aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan ( action research ), sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap, yaitu : proses perencanaan, kegiatan dan pengamatan, refleksi dan revisi. Sasaran penelitian ini adalah peserta didik Kelas VII Semester II SMP Negeri 1 Raren Batuah Kabupaten Barito Timur Tahun Pelajaran 2022 / 2023. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar peserta didik mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III, yaitu siklus I (50,00%), siklus II (66,66%), dan siklus III (83,3%).

References

Ali, Muhammad. 1996. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineksa
Cipta.
Azhar, Lalu Muhammad. 1993. Proses Belajar Mengajar Pendidikan. Jakarta: Usaha Nasional.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineksa Putra.
Hadi, Sutrisno. 1982. Metodologi Research, Jilid I. Yogyakarta: Yp. Fak. Psikologi UGM.
Huda, Miftahul. 2011. Cooperative Learning Metode, Teknik, Struktur, Model Penerapan.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Margono, JJ. Dan Moerdjiono. 1998. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Masunah, Juju. 2003. Seni dan Pendidikan Seni. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Tari Tradisional (P4ST) UPI.
Nur, Moh. 2001. Pemotivasian Siswa Untuk Belajar. Surabaya. University Press. Universitas
Negeri Surabaya.
Nur, Moh. 1996. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya. University Negeri.
Sukidin, dkk. 2002. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Surabaya: Insane Cendekia.
Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja
Rosdakarya.

Published

2024-12-06

Issue

Section

Articles