Pengaruh Program Aktivitas Fisik Terstruktur terhadap Indeks Massa Tubuh dan Kebugaran Jasmani Siswa
Keywords:
aktivitas fisik terstruktur, indeks massa tubuh, kebugaran jasmani, siswa SMPAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program aktivitas fisik terstruktur terhadap indeks massa tubuh (IMT) dan kebugaran jasmani siswa Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi-experimental) dengan rancangan pretest-posttest control group design. Subjek penelitian terdiri atas 60 siswa kelas VII yang dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=30) dan kelompok kontrol (n=30). Kelompok eksperimen mendapat program aktivitas fisik terstruktur selama 12 minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu, sementara kelompok kontrol mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani reguler. Instrumen yang digunakan adalah timbangan berat badan, stadiometer untuk pengukuran IMT, serta tes kebugaran jasmani menggunakan baterai Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI). Analisis data menggunakan uji beda independen (independent t-test) dan uji Wilcoxon pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program aktivitas fisik terstruktur secara signifikan menurunkan nilai IMT (p=0,001) dan meningkatkan kebugaran jasmani siswa (p=0,000) pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol. Disimpulkan bahwa program aktivitas fisik terstruktur efektif dalam memperbaiki IMT dan meningkatkan kebugaran jasmani siswa di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
References
Bompa, T. O., & Buzzichelli, C. A. (2019). Periodization: Theory and methodology of training (6th ed.). Human Kinetics.
Fajri, A., Suherman, A., & Arifin, Z. (2022). Efektivitas program latihan fisik terstruktur terhadap komponen kebugaran jasmani siswa sekolah menengah. Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran, 8(2), 142-158. https://doi.org/10.29407/js_unpgri.v8i2.17842
Hapsari, R., & Utama, S. B. (2022). Kontekstualisasi program aktivitas fisik berbasis sekolah di daerah 3T: Tantangan dan peluang. Jurnal Keolahragaan, 10(1), 45-56. https://doi.org/10.21831/jk.v10i1.42315
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Laporan nasional Riskesdas 2021: Riset kesehatan dasar. Kemenkes RI.
Lubis, A. R., Widodo, P., & Prasetyo, Y. (2023). Hubungan antara tingkat kebugaran jasmani dan prestasi akademik siswa sekolah menengah pertama di Indonesia. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga, 8(1), 87-98. https://doi.org/10.17509/jpjo.v8i1.49721
Nurhasanah, N., & Hasanah, U. (2021). Pengaruh aktivitas aerobik terstruktur terhadap indeks massa tubuh dan kebugaran kardiorespirasi siswa overweight usia 12-14 tahun. Indonesian Journal of Sport Science and Coaching, 3(2), 73-84. https://doi.org/10.22437/ijssc.v3i2.12546
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Syafruddin, Muluk, D., & Ihsan, N. (2020). Efek kombinasi latihan kardiorespirasi dan latihan beban terhadap komposisi tubuh dan kebugaran jasmani remaja. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 19(2), 112-124. https://doi.org/10.24114/jik.v19i2.21403
World Health Organization. (2020). WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. WHO Press. https://www.who.int/publications/i/item/9789240015128







