Penerapan Model Permainan untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa dalam Menguasai Gerakan Guling Depan

Authors

  • syamsul anwar Universitas Negeri Makassar
  • Andi Ihsan
  • Sudarman Sudarman

Keywords:

Senam lantai guling depan, Permainan, Pembelajaran

Abstract

Untuk mengatasi berbagai kendala yang sering muncul dalam proses pembelajaran PJOK, guru perlu menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Salah satu pendekatan yang dapat diadopsi adalah dengan menerapkan model pembelajaran berbasis permainan. Dengan merancang permainan yang sesuai dengan minat dan tingkat kemampuan siswa, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan memotivasi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pembelajaran senam lantai guling depan melalui permainan. Menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini melibatkan 26 siswa sebagai subjek penelitian. Data penelitian dikumpulkan melalui kombinasi tes dan non-tes. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif komparatif untuk membandingkan hasil belajar siswa pada siklus I dan II. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan siswa dalam melakukan gerakan guling depan setelah diterapkannya pendekatan permainan modifikasi. Nilai rata-rata siswa pada kondisi awal sebesar 70,46 dengan persentase ketuntasan sebesar 38,46%. Data penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada nilai rata-rata dan persentase ketuntasan siswa dalam melakukan guling depan setelah diterapkannya pendekatan permainan modifikasi. Pada siklus I, terjadi peningkatan nilai rata-rata menjadi 73,08 dan persentase ketuntasan sebesar 57,69%. Namun, peningkatan yang paling menonjol terjadi pada siklus II, dengan nilai rata-rata mencapai 82,82 dan persentase ketuntasan sebesar 80,77%, yang menunjukkan keberhasilan metode ini. Dengan demikian, tujuan penelitian telah berhasil tercapai pada siklus II, sehingga penelitian ini berakhir.

References

Abdul Majid. (2008). Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Achmad Paturusi. (2012). Manajemen Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Jakarta: Rineka Cipta.
Adang Suherman. (2000). Dasar-Dasar Penjaskes. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Aip Syarifuddin. (1992). Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Diunduh pada tanggal 12 April 2015 pukul 19.30 WIB.
Anas Sudijono. (2006). Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: PT Grafindo Persada.
Berty Tilarso. (2000). Sehat dan Bugar Sepanjang Usia Dengan Senam, Semarang: Seminar dan Lokakarya.
BSNP. (2006). Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Jakarta: Debdikbud
Cahyono Wijayanto. (2011). Penggunaan Sarana Bidang Miring Sebagai Upaya Menumbuhkan Motivasi Belajar Guling Depan Pada Pembelajaran Senam Lantai. Skripsi. Yogyakarta: FIK UNY.
Depdiknas. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sinar Grafika.
Desminta. (2009). Psikologi Perkembangan. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA.
Herman Subarjah, (2007). Permainan Kecil di Sekolah Dasar. Jakarta: Universitas Terbuka.
Hurlock, Elizabeth B. (1999). Jilid 1. Perkembangan Anak Edisi keenam (Med. Meitasari Tjandrasa. Terjemahan). Jakarta: Erlangga.
Muhibbin Syah. (2005). Psikologi Belajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. MunginEdy W. (2008). BNSP KTSP SD. Jakarta: Depdiknas.
Tri Iswiyanti Lestari. (2009). Peningkatan Efektivitas Pembelajaran Senam Lantai melalui Pendekatan Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (Pakem). Skripsi. Yogyakarta: FIK UNY.
Udin S Winataputra dkk. (2008). Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: UT

Published

2025-04-30

Issue

Section

Articles