Pengaruh Program Olahraga Terhadap Kesehatan Fisik Siswa Sekolah Menengah
Keywords:
program olahraga, kesehatan fisik, siswa sekolah menengah, aktivitas fisikAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program olahraga terhadap kesehatan fisik siswa sekolah menengah di Sulawesi Selatan. Metode penelitian menggunakan quasi-experimental design dengan pre-test dan post-test control group design. Populasi penelitian adalah siswa SMA di Kota Makassar dengan sampel sebanyak 120 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (60 siswa) dan kelompok kontrol (60 siswa). Kelompok eksperimen mengikuti program olahraga terstruktur selama 12 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu, sedangkan kelompok kontrol mengikuti program olahraga reguler sekolah. Parameter kesehatan fisik yang diukur meliputi indeks massa tubuh (IMT), kapasitas paru-paru, kekuatan otot, fleksibilitas, dan daya tahan kardiovaskular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) antara kelompok eksperimen dan kontrol pada semua parameter kesehatan fisik setelah intervensi. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan kapasitas paru-paru sebesar 18,3%, kekuatan otot 22,7%, fleksibilitas 15,8%, dan daya tahan kardiovaskular 20,4%. Penurunan IMT juga signifikan pada kelompok eksperimen sebesar 8,2%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program olahraga terstruktur memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap kesehatan fisik siswa sekolah menengah.
References
Departemen Kesehatan RI. (2019). Riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018: Laporan provinsi Sulawesi Selatan. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Harsono, H. (2018). Prinsip-prinsip pelatihan olahraga untuk remaja: Pendekatan fisiologis dan psikologis. Jurnal Keolahragaan Nasional, 7(1), 23-35.
Hidayat, R., & Marlina, S. (2020). Efektivitas kombinasi latihan aerobik dan anaerobik terhadap komposisi tubuh siswa SMA. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 19(1), 67-78.
Nasution, A. (2019). Karakteristik geografis dan potensi pengembangan olahraga di Sulawesi Selatan. Jurnal Geografi dan Olahraga, 8(2), 112-125.
Nugroho, S. (2018). Pengaruh program latihan aerobik terhadap kapasitas VO2 max siswa sekolah menengah atas. Jurnal Penelitian Pendidikan Jasmani, 15(3), 89-97.
Pratama, D. (2017). Manfaat aktivitas fisik terstruktur bagi kesehatan kardiovaskular remaja. Jurnal Kesehatan Olahraga, 5(2), 156-167.
Rahman, F., & Kusuma, I. (2020). Dampak teknologi digital terhadap pola aktivitas fisik remaja Indonesia. Jurnal Teknologi dan Kesehatan, 13(4), 234-245.
Sari, N., & Handayani, L. (2018). Pengaruh program olahraga sekolah terhadap indeks massa tubuh siswa remaja. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 10(1), 78-87.
Sugiyono, S. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D dalam bidang keolahragaan. Jurnal Metodologi Penelitian, 22(3), 45-58.
Sutrisno, B., & Wijaya, A. (2021). Evaluasi implementasi program pendidikan jasmani di sekolah menengah: Perspektif siswa dan guru. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 12(2), 134-147.
Wulandari, P., & Santoso, M. (2019). Korelasi antara fleksibilitas dan performa fisik pada atlet remaja. Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani, 16(1), 45-56.
