Monitoring Kelelahan Atlet Berbasis IoT untuk Mencegah Overtraining Syndrome

Authors

  • butsiarah butsiarah Universitas Negeri Makassar

Keywords:

Overtraining syndrome, Internet of Things, monitoring kelelahan, mahasiswa atlet, performa olahraga

Abstract

Overtraining syndrome merupakan kondisi patologis yang dialami oleh atlet akibat ketidakseimbangan antara beban latihan dan pemulihan, yang dapat menyebabkan penurunan performa dan gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem monitoring kelelahan atlet berbasis Internet of Things (IoT) guna mencegah terjadinya overtraining syndrome pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM). Metode penelitian menggunakan pendekatan quasi-experimental dengan desain pretest-posttest control group. Sampel penelitian terdiri dari 60 mahasiswa atlet yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi (n=30) yang menggunakan sistem IoT dan kelompok kontrol (n=30) yang menggunakan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui sensor biometrik yang terintegrasi dengan platform cloud computing untuk monitoring real-time terhadap heart rate variability, tingkat laktat darah, dan parameter kelelahan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem monitoring berbasis IoT secara signifikan menurunkan risiko overtraining syndrome (p<0,05) dengan peningkatan performa atlet sebesar 18,5% pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol (8,3%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi sistem monitoring IoT terbukti efektif dalam mencegah overtraining syndrome dan meningkatkan performa atlet melalui pemantauan berkelanjutan dan deteksi dini.

References

Akbar, N., & Hermawan, I. (2020). Overtraining syndrome pada atlet muda: Prevalensi, manifestasi klinis, dan strategi preventif. Jurnal Ilmu Keolahragaan Indonesia, 4(2), 145-162.
Hidayat, R., Nurjanah, S., & Syaiful, M. (2021). Peran heart rate variability sebagai marker objektif untuk deteksi dini overtraining syndrome. Medical Journal of Indonesia, 30(3), 234-246.
Putri, A. A., Wijayanto, T., & Sudijanto. (2022). Monitoring fisiologis atlet: Aplikasi teknologi sensor dalam pencegahan overtraining. Jurnal Kesehatan Olahraga Indonesia, 5(1), 78-95.
Rahmawati, D., & Sudrajat, A. (2021). Intensifikasi latihan dan pemulihan pada mahasiswa atlet: Studi literatur terhadap keseimbangan beban latihan. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, 10(2), 112-128.
Santoso, B., & Pambudi, A. (2023). Internet of Things untuk monitoring kesehatan atlet: Tantangan dan peluang implementasi di Indonesia. Jurnal Teknologi Kesehatan dan Biomedis, 11(4), 289-305.
Sari, L. M., Kusumandari, A., & Pratiwi, R. (2021). Aspek psikologis dan fisiologis overtraining syndrome pada atlet: Pendekatan holistik untuk manajemen fatigue. Jurnal Psikologi Olahraga, 8(3), 201-218.
Wijaya, S., & Sulistiyono, S. (2022). Efektivitas berbagai metode assessment perceived exertion dalam praktik latihan olahraga. Jurnal Olahraga dan Kesehatan, 9(1), 56-71.

Published

2025-07-31

Issue

Section

Articles