PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN IPAS KELAS V UPT SPF SDN LABUANG BAJI II MAKASSAR

Authors

  • opini annisa putri Universitas Negeri Makassar
  • Akil Musi Universitas Negeri Makassar
  • Amalia Amalia UPT SPF SDN Labuang Baji II

Keywords:

Keaktifan peserta didik, pembelajaran, tipe kartu arisan

Abstract

Permasalahan yang dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan dalam pembelajaran IPAS peserta didik kelas V UPT SPF SDN Labuang Baji II Makassar. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan model kooperatif tipe kartu arisan mampu meningkatkan keaktifan peserta didik kelas V UPT SPF SDN Labuang Baji II Makassar dapat meningkat dengan baik. Pendekatan yang saya lakukan yaitu pendekatan Kualitatif dengan menerapkan PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Subjek penelitian yaitu seluruh peserta didik kelas V UPT SPF SDN Labuang Baji II Makassar dengan jumlah 23 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi guru dan peserta didik dan melihat catatan observasi saat melakukan penelitian. Data yang diperoleh dianalisis deskriptif kualitatif. Model pembelajaran kooperatif tipe kartu arisan menjadi solusi karena mampu meningkatkan keaktifan peserta didik dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru secara acak dengan menggunakan metode seperti permainan arisan yang sering dilakukan oleh kelompok tertentu. Model pembelajaran ini dapat melatih kemampuan dan melatih mental peserta didik, model pembelajaran ini dilakukan secara berkelompok hal itu dapat memicu keaktifan peserta didik dan guru dengan mudah dapat menilai karakter dan tanggung jawab peserta didik pada saat diberi tugas secara berkelompok. Dalam hal ini telah terbukti keaktifan peserta didik pada mata pelajaran IPAS dibuktikan dengan hasil penelitian dimana guru melakukan 2 siklus dan pada siklus II mengalami peningkatan. Pada siklus I Presentase yang diperoleh oleh guru yaitu 43% dengan kategori cukup (C), pada saat siklus II guru memperoleh presentase 64% dengan kategori baik (B). Peningkatan ini terjadi karena adanya perbaikan pada siklus I yang telah guru lakukan dan guru memperbaiki proses pembelajaran pada siklus II dengan memperhatikan semua proses pembelajaran yang telah diterapkan dan memperbaiki soal-soal yang telah dibuat dengan lebih semenarik mungkin. Dengan hal itu, penerapan Model Kooperatif Tipe Kartu Arisan mampu meningkatkan keaktifan peserta didik kelas V UPT SPF SDN Labuang Baji II Makassar pada mata pelajaran IPAS.

References

A.M. Sardiman. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. PT Rajagrafindo: Jakarta
Uno, Hamzah. 2013. Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara. Depdiknas (2006:49).Tujuan pembelajaran PKn.
Dimyati, Mudjiono, (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Djamarah & Zain. (2006). Strategi belajar mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Hamalik, O., (2011), Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara Hamalik, Oemar. 2009. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta. Bumi Aksara.
Hamdayana, Jumanta. (2016). Metodologi Pengajaran. Jakarta : PT Bumi Aksara
Maftuj dan sapriya (2005:30).Pembelajaran PKn Melalui Konsep. Jurnal Civicus Implementasi KBK dalam Berbagai konteks 319- 328
Rahayu, M. (2014). Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Penggolongan Hewan Melalui Pembelajaran Kooperatif Model Lottery Card (Kartu Arisan) pada Siswa Kelas IIIA SD Negeri 005 Penajam Tahun Pembelajaran 2014/2015. Volume 05. Nomor 2. Kalimantan Timur: J-TEQIP
Sumber peraturan dan Undang-undang No. 2 Tahun 1989 tentang Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta : Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas)

Published

2024-11-17

Issue

Section

Articles