EKSISTENSI SENIMAN JALANAN DI DALAM AREA WISATA CENTRE POINT OF INDONESIA DI KOTA MAKASSAR
Keywords:
Eksistensi, Seniman Jalanan, Interaksi SosialAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui eksistensi seniman jalanan di dalam area wisata centre point of Indonesia di kota Makassar. Mengetahui interaksi sosial antara pengunjung dengan seniman jalanan di dalam area wisata centre point of Indonesia di kota Makassar. Jenis penelitian ini memakai penelitian kualitatif. Di dalam penelitian ini yang menjadi informan adalah 10 orang, 5 orang dari pengunjung dan 5 orang dari pengamen. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa: Eksistensi seniman jalanan di dalam area wisata centre point of Indonesia di kota Makassar ini mereka para seniman jalanan harus waspada keberadaan petugas Satuan polisi pamong praja yang berjaga diseputar area wisata centre point of Indonesia karena resiko yang mereka hadapi ketika tertangkap akan di data dan di sita gitar dan alat musik lainnya sebagai jaminan untuk tidak bermain musik lagi di area wisata centre point of Indonesia kemudian ada juga beberapa seniman jalanan yang bermain musik di area wisata centre point of Indonesia dengan mencari tempat memainkan musik yang tidak dijaga ketat oleh petugas Satuan polisi pamong praja salah satunya adalah di Pantai Losari. Interaksi sosial antara pengunjung dengan seniman jalanan di dalam area wisata centre point of Indonesia di kota Makassar dipengaruhi berbagai faktor yang terjadi diantaranya jika seniman jalanannya masih di bawah umur maka interaksi yang dialakukan oleh pengunjung adalah tidak menanggapi kemudian langsung memberi uang dan lain halnya ketika seniman jalanannya sudah dewasa maka akan ada respon contohnya pengunjung merequest lagu apa yang ingin dinyanyikan kemudian pengunjung pun menikmati lagu yang dinyanyikan dan ketika telah menyanyi pengunjung memberi uang kepada seniman jalanan yang telah dewasa tersebut.
References
Abdurrahman. 2011. Sikap Keberagaman Pengamen Jalanan. Skripsi. Fakultas Ushuluddin dan Filsafat. Universitas Islam Negeri Alauddin.Makasar.
Alfiyah. 2014. Pengamen dan Ketertiban Umum .Skripsi. Jurusan Jinayah Siyasah, Fakultas Syari’ah dan Hukum. Universitas Sunan Kalijaga. Yogyakarta.
Bungin, Burhan. 2005. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Kencana.
Departemen Sosial RI. 1999. Pedoman Perlindungan Anak, Keluarga, dan Lanjut Usia. Jakarta: Direktorat Bina Kesejahteraan Sosial.
Ertanto, Kirik. 1999. Anak jalanan dan Subkultur: Sebuah Pemikiran Awal, Yogyakarta: Lembaga Indonesia Perancis.
Fitriani, N. 2003. Akulturasi Anak Jalanan. Jurnal Psikologi Tazkiya vol. 3, No.2, hal.73-78 Surakarta : Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Goode, William J. 1985. Sosiologi Keluarga, Jakarta: Bina Aksara.
Ismayanti. 2000. Pengantar Pariwisata. Jakarta: Grasindo.
Itamar, Hugo. Strategi Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Tana Toraja. Makassar: Universitas Hasanuddin. 2016.
Khairudin, H. 1985. Sosiologi keluarga. Jakarta: Nur Cahaya.
Kelompok Marjinal di Perkotaan: Dinamika, Tuntunan, dan Organisasi Ditulis Oleh: Hetifah Sjaifudian, Ph.D.
Lestari, S dan Karyani, U. 1997. Anak Jalanan Permasalahan dan Penangannya. Jurnal Psikologi, No. 3 Vol. 15/ No. 2/2000, 180-195 Surakarta : Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.