TRADISI PEMAKAMAN KETURUNAN KARAENG (PUANG) DI DESA BIRING ERE KECAMATAN BUNGORO KABUPATEN PANGKEP
Keywords:
tradisi, keberadaan, nilaiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi bagi pembaca mengenai tradisi pemakaman keturunan puang yang menjadi tradisi dari daerah Dusun Boring Untia Desa Biring Ere, Kecamatan Bungoro Kabupaten pangkep. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan melakukan wawancara dan observasi langsung mengenai pelaksanan tradisi ini. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa: 1) eksistensi tradisi terjaga karna keberadaan dari tradisi dijaga oleh masyarakat melalui keterlibatan generasi muda dalam pelaksanaan tradisi. Kepercayaan masyarakat terhadap tradisi untuk menghormati orang yang meninggal. 2) nilai yang terkandung dalam tradisi pemakaman adalah nilai kehidupan yang menimbulkan keharmonisan dalam masyarakat, nilai sosial yang menimbulkan nilai gotong royo dalam diri masyarakat, nilai kejiwaan yang menimbulkan ketenagan batin karna sudah melaksanakan kewajiban terakhirnya dan nilai kerohanian yang meningkatkan keimanan dengan sang pencipta.
References
Amri, P., & Maharani, S. D. (2018). Tradisi ziarah kubro masyarakat Kota Palembang dalam perspektif hierarki nilai Max Scheler. Jurnal Filsafat, 28(2), 160-179.
Hidayah, M. N. (2018). Tradisi Pemakaman Rambu Solo Di Tana Toraja Dalam Novel Puya Ke Puya Karya Faisal Oddang (Kajian Interpretatif Simbolik Clifford Geertz) (Doctoral dissertation, State University of Surabaya).
Islamiyah, I., Asmirah, A., & Bahri, S. (2021). Status Sosial Dan Jumlah Uang Panai Pada Proses Perkawinan Suku Bugis Di Kelurahan Raya Kecamatan Turikale Kabupaten Maros. Jurnal Ilmiah Ecosystem, 21(2), 405-418.
Panggarra, R. (2014). Konflik Kebudayaan Menurut Teori Lewis Alfred Coser Dan Relevansinya Dalam Upacara Pemakaman (Rambu Solo’) Di Tana Toraja. Jurnal Jaffray, 12(2), 291-316.
Siswadi, G. A., & Maharani, S. D. (2022). Tradisi Med-Medan di Banjar Kaja Desa Adat Sesetan Kota Denpasar Bali dalam Perspektif Filsafat Nilai Max Scheler. Jurnal Filsafat Indonesia, 5(1), 38-46.