Pengembangan Model Pembelajaran Hybrid pada Mata Kuliah Praktik Olahraga
Keywords:
model pembelajaran hybrid, praktik olahraga, pengembangan, perguruan tinggiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran hybrid pada mata kuliah praktik olahraga di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar. Pembelajaran hybrid mengintegrasikan pertemuan tatap muka dengan aktivitas pembelajaran daring secara terstruktur dan sistematis. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan mengadopsi model pengembangan ADDIE yang terdiri atas tahapan analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian melibatkan 68 mahasiswa aktif yang mengikuti mata kuliah praktik olahraga pada semester genap tahun akademik 2023/2024, terdiri atas kelompok eksperimen sebanyak 34 mahasiswa dan kelompok kontrol sebanyak 34 mahasiswa. Instrumen pengumpulan data mencakup lembar validasi ahli, angket respons mahasiswa, serta tes unjuk kerja keterampilan gerak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran hybrid yang dikembangkan memperoleh penilaian validitas dari ahli materi sebesar 87,4% dan ahli media sebesar 84,6%, yang keduanya berada pada kategori sangat layak. Hasil uji efektivitas menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi keterampilan gerak mahasiswa, dengan rata-rata nilai kelompok eksperimen mencapai 82,7 dibandingkan kelompok kontrol sebesar 73,5. Respons mahasiswa terhadap model ini juga sangat positif dengan persentase 89,2%. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa model pembelajaran hybrid yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif untuk diterapkan pada mata kuliah praktik olahraga di perguruan tinggi.
References
Anhusadar, L. (2021). Persepsi Mahasiswa PIAUD terhadap Kuliah Online di Masa Pandemi COVID-19. KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education, 3(1), 44–58.
Arikunto, S. (2021). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.
Branch, R. M. (2009). Instructional Design: The ADDIE Approach. Springer.
Creswell, J. W. (2020). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed (Terjemahan). Pustaka Pelajar.
Dewi, W. A. F. (2020). Dampak COVID-19 terhadap Implementasi Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(1), 55–61.
Husamah. (2014). Pembelajaran Bauran (Blended Learning). Prestasi Pustaka.
Kemdikbud. (2020). Buku Panduan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Nieveen, N. (2020). Formative Evaluation in Educational Design Research. Dalam T. Plomp & N. Nieveen (Eds.), An Introduction to Educational Design Research. SLO.
Purnomo, E. (2021). Efektivitas Blended Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Pendidikan Jasmani. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 17(1), 12–24.
Rusman. (2020). Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Rajawali Pers.
Setiawan, A. (2021). Pembelajaran Keterampilan Gerak Berbasis Teknologi Digital: Tantangan dan Peluang. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 20(2), 89–101.
Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suprijono, A. (2020). Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM. Pustaka Pelajar.
Syamsuddin, B. (2022). Analisis Kebutuhan Pengembangan Model Pembelajaran pada Mata Kuliah Praktik Olahraga di Perguruan Tinggi Keolahragaan. Jurnal FIKK Universitas Negeri Makassar, 4(1), 15–28.
Widiara, I. K. (2018). Blended Learning sebagai Alternatif Pembelajaran di Era Digital. Purwadita: Jurnal Agama dan Budaya, 2(2), 50–56.



