Pengaruh Partisipasi Olahraga terhadap Kualitas Hidup Masyarakat Perkotaan
Keywords:
partisipasi olahraga, kualitas hidup, masyarakat perkotaan, kesehatan fisik, kesejahteraan psikologisAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh partisipasi olahraga terhadap kualitas hidup masyarakat perkotaan di Kota Makassar. Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya prevalensi gaya hidup sedentari di kalangan masyarakat urban yang berdampak negatif terhadap kesehatan fisik, mental, dan kesejahteraan sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 320 responden yang dipilih secara proportionate stratified random sampling dari empat kecamatan di Kota Makassar. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terstandar mengukur frekuensi, durasi, dan intensitas partisipasi olahraga serta kualitas hidup menggunakan instrumen WHOQOL-BREF yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara partisipasi olahraga terhadap kualitas hidup masyarakat perkotaan (r = 0,612; p < 0,001). Dimensi kualitas hidup yang paling dipengaruhi adalah dimensi kesehatan fisik (beta = 0,534) dan dimensi psikologis (beta = 0,421). Frekuensi olahraga minimal tiga kali per minggu dengan durasi 30-60 menit terbukti memberikan dampak paling optimal terhadap peningkatan kualitas hidup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi berbasis olahraga merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan dan perlu menjadi prioritas kebijakan kesehatan publik di tingkat kota.
References
Arifin, Z., & Latief, M. (2022). Pola aktivitas fisik dan prevalensi penyakit tidak menular pada masyarakat urban Makassar. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(2), 112-124.
Badan Pusat Statistik Kota Makassar. (2022). Makassar dalam angka 2022. BPS Kota Makassar.
Firmansyah, R., Kurniawan, A., & Wahid, A. (2021). Hubungan frekuensi olahraga dengan kualitas hidup pada masyarakat urban di Kota Surabaya. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 20(1), 45-58.
Ghozali, I. (2021). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 26 (Edisi ke-10). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hidayat, R., & Kusuma, D. (2020). Pengaruh aktivitas fisik terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup: Tinjauan sistematis. Jurnal Psikologi Olahraga dan Kesehatan, 8(1), 1-15.
Kemenkes RI. (2021). Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2021. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
Nugroho, S., & Santoso, B. (2022). Kualitas hidup masyarakat perkotaan: Analisis multidimensional di kota-kota besar Indonesia. Jurnal Sosiologi Perkotaan, 9(2), 78-94.
Prasetyo, Y., & Wahyuni, D. (2021). Gaya hidup sedentari dan risiko penyakit kronis pada masyarakat perkotaan Indonesia. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 12(3), 201-215.
Rahayu, S., & Dewi, A. (2021). Validasi dan adaptasi WHOQOL-BREF untuk populasi masyarakat urban Indonesia. Jurnal Psikologi Kesehatan Indonesia, 6(1), 23-36.
Ramli, M., & Hasanuddin, I. (2021). Peran perguruan tinggi dalam pengembangan program promosi olahraga berbasis komunitas di Sulawesi Selatan. Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat, 5(2), 88-101.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-2). Alfabeta.
Susanto, E., & Nurfajri, R. (2021). Stres kerja, kualitas hidup, dan strategi koping pada pekerja muda di kota metropolitan Indonesia. Jurnal Ilmu Perilaku, 5(2), 134-149.
WHO. (2020). WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. World Health Organization.
Wulandari, P., & Sulistyorini, R. (2020). Efektivitas program latihan aerobik terhadap peningkatan kualitas hidup pada orang dewasa. Jurnal Ilmu Keolahragaan Nasional, 3(1), 11-24.



