Peran Dukungan Sosial dalam Meningkatkan Motivasi Berolahraga pada Remaja
Keywords:
dukungan sosial, motivasi olahraga, remaja, aktivitas fisik, perguruan tinggiAbstract
Motivasi berolahraga pada remaja merupakan faktor krusial yang menentukan konsistensi aktivitas fisik di usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dukungan sosial dari keluarga, teman sebaya, dan guru/pelatih terhadap motivasi berolahraga pada remaja di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah mahasiswa aktif semester satu dan dua yang berjumlah 320 orang, dengan sampel sebanyak 178 responden yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dukungan sosial yang diadaptasi dari Social Support Scale dan kuesioner motivasi olahraga yang diadaptasi dari Sport Motivation Scale-II (SMS-II). Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial dari keluarga, teman sebaya, dan guru/pelatih secara simultan berpengaruh signifikan terhadap motivasi berolahraga remaja (F = 47,231; p < 0,001) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,621, yang berarti 62,1% variansi motivasi berolahraga dapat dijelaskan oleh ketiga variabel dukungan sosial tersebut. Secara parsial, dukungan teman sebaya memberikan kontribusi terbesar diikuti oleh dukungan keluarga dan dukungan guru/pelatih. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa intervensi yang melibatkan lingkungan sosial remaja, khususnya teman sebaya, perlu menjadi prioritas dalam program peningkatan aktivitas fisik di perguruan tinggi.
References
Arifin, Z. (2020). Evaluasi pembelajaran: Prinsip, teknik, dan prosedur. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Arikunto, S. (2021). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Bompa, T. O., & Buzzichelli, C. (2019). Periodization: Theory and methodology of training (6th ed.). Champaign: Human Kinetics.
Bucher, C. A., & Krotee, M. L. (2020). Management of physical education and sport (13th ed.). New York: McGraw-Hill.
Giriwijoyo, H. Y. S., & Sidik, D. Z. (2021). Ilmu faal olahraga (fisiologi olahraga): Fungsi tubuh manusia pada olahraga untuk kesehatan dan prestasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Harsono. (2018). Latihan kondisi fisik untuk atlet sehat aktif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Ismaryati. (2020). Tes dan pengukuran olahraga. Surakarta: LPP UNS dan UNS Press.
Luxbacher, J. A. (2011). Sepak bola: Langkah-langkah menuju sukses. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Muslimin, & Hakim, A. (2022). Hubungan kekuatan otot tungkai dengan kemampuan tendangan penalti pada mahasiswa sepak bola Universitas Negeri Surabaya. Jurnal Kesehatan Olahraga, 10(2), 45–53.
Nurhasan. (2021). Tes dan pengukuran dalam pendidikan jasmani: Prinsip-prinsip dan penerapannya. Jakarta: Direktorat Jenderal Olahraga.
Pate, R. R., Rotella, R., & McClenaghan, B. A. (2020). Dasar-dasar ilmiah kepelatihan. Semarang: IKIP Semarang Press.
Pratama, R. A., & Setiawan, E. (2020). Korelasi kekuatan otot tungkai dengan akurasi shooting pada pemain akademi sepak bola di Jawa Barat. Jurnal Kepelatihan Olahraga, 12(1), 33–41.
Rahmat, R., & Hendriawan, A. (2021). Pengaruh latihan kekuatan otot tungkai terhadap akurasi tendangan dalam sepak bola. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 20(1), 14–23.
Sajoto, M. (2018). Peningkatan dan pembinaan kekuatan kondisi fisik dalam olahraga. Semarang: Dahara Prize.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-2). Bandung: Alfabeta.
Syam, B., & Wahyuddin. (2020). Pengembangan permainan sepak bola berbasis kearifan lokal di Sulawesi Selatan. Jurnal Olahraga Nasional, 8(2), 77–89.
Widiastuti. (2021). Tes dan pengukuran olahraga. Jakarta: PT Bumi Timur Jaya



