Analisis Analisis Kebugaran Jasmani Siswa: Perbandingan Antara Laki-laki dan Perempuan di SMP Negeri 2 Sinjai
Keywords:
kebugaran jasmani, siswa SMP, perbandingan gender, TKJI, pendidikan jasmaniAbstract
Kebugaran Kebugaran merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas kesehatan dan kemampuan fisik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebugaran siswa sekolah menengah pertama dengan membandingkan antara siswa laki-laki dan perempuan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari 120 siswa yang terbagi menjadi 60 siswa laki-laki dan 60 siswa perempuan dari kelas VII, VIII, dan IX di SMP Negeri 2 Sinjai. Instrumen yang digunakan adalah Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) yang meliputi lima komponen tes yaitu lari 40 meter, gantung siku tekuk, baring duduk 30 detik, loncat tegak, dan lari 600 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebugaran siswa laki-laki memiliki rata-rata skor yang lebih tinggi dibandingkan siswa perempuan dengan nilai rata-rata 16,2 untuk laki-laki dan 14,8 untuk perempuan. Analisis statistik menggunakan uji t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat kebugaran siswa laki-laki dan perempuan dengan nilai p < 0,05. Kategori kebugaran jasmani siswa laki-laki sebagian besar berada pada tingkat sedang hingga baik, sedangkan siswa perempuan sebagian besar berada pada tingkat kurang hingga sedang. Penelitian ini merekomendasikan perlunya program latihan yang disesuaikan dengan karakteristik gender untuk meningkatkan kebugaran siswa secara optimal.
References
American College of Sports Medicine. (2018). ACSM's guidelines for exercise testing and prescription. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.
Bompa, T. O., & Buzzichelli, C. (2019). Periodization training for sports. Champaign: Human Kinetics.
Corbin, C. B., Welk, G. J., Corbin, W. R., & Welk, K. A. (2016). Concepts of fitness and wellness: A comprehensive lifestyle approach. New York: McGraw-Hill Education.
Departemen Pendidikan Nasional. (2010). Tes kebugaran jasmani Indonesia untuk anak umur 13-15 tahun. Jakarta: Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani.
Faigenbaum, A. D., & McFarland, J. E. (2016). Guidelines for implementing a dynamic warm-up for physical education. Journal of Physical Education, Recreation & Dance, 87(5), 25-35.
Gabbett, T., & Georgieff, B. (2007). Physiological and anthropometric characteristics of Australian junior national, state, and novice volleyball players. Journal of Strength and Conditioning Research, 21(3), 902-908.
Harsono. (2018). Kepelatihan olahraga: Teori dan metodologi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Hills, A. P., Dengel, D. R., & Lubans, D. R. (2015). Supporting public health priorities: Recommendations for physical education and physical activity promotion in schools. Progress in Cardiovascular Diseases, 57(4), 368-374.
Janssen, I., & LeBlanc, A. G. (2010). Systematic review of the health benefits of physical activity and fitness in school-aged children and youth. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, 7, 40-56.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2019). Panduan penilaian kebugaran jasmani peserta didik sekolah menengah pertama. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMP.
Lloyd, R. S., & Oliver, J. L. (2012). The youth physical development model: A new approach to long-term athletic development. Strength and Conditioning Journal, 34(3), 61-72.
Malina, R. M., Bouchard, C., & Bar-Or, O. (2004). Growth, maturation, and physical activity. Champaign: Human Kinetics.
Martens, R. (2012). Successful coaching. Champaign: Human Kinetics.
McKenzie, T. L., & Lounsbery, M. A. (2014). The pill not taken: Physical education dose-response. Research Quarterly for Exercise and Sport, 85(3), 287-292.
Pate, R. R., & Hohn, R. C. (2017). Health and fitness through physical education. Champaign: Human Kinetics.
Sallis, J. F., McKenzie, T. L., Beets, M. W., Beighle, A., Erwin, H., & Lee, S. (2012). Physical education's role in public health: Steps forward and backward over 20 years and HOPE for the future. Research Quarterly for Exercise and Sport, 83(2), 125-135.
Society of Health and Physical Educators. (2016). Shape of the nation: Status of physical education in the USA. Reston: SHAPE America.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tomkinson, G. R., & Olds, T. S. (2007). Secular changes in pediatric aerobic fitness test performance: The global picture. Medicine and Sport Science, 50, 46-66.
World Health Organization. (2020). WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. Geneva: World Health Organization.







