Peran Pendidikan Jasmani Dalam Meningkatkan Kesehatan Gizi Remaja

Authors

  • Andi Saiful Alimsyah Universitas Negeri Makassar

Keywords:

pendidikan jasmani, kesehatan gizi, remaja, aktivitas fisik, intervensi sekolah

Abstract

Kesehatan gizi remaja menjadi perhatian penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Masa remaja merupakan periode kritis pertumbuhan dan perkembangan yang memerlukan asupan gizi optimal serta aktivitas fisik yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan jasmani dalam meningkatkan kesehatan gizi remaja di sekolah menengah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental terhadap 120 siswa SMA di Makassar yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen mendapatkan program pendidikan jasmani terintegrasi dengan edukasi gizi selama 12 minggu. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, food recall 24 jam, dan tingkat aktivitas fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan pada indeks massa tubuh ideal, pengetahuan gizi, dan tingkat aktivitas fisik dibandingkan kelompok kontrol. Terdapat penurunan prevalensi gizi kurang dari 18,3% menjadi 8,3% dan gizi lebih dari 21,7% menjadi 11,7% pada kelompok eksperimen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan jasmani yang terintegrasi dengan edukasi gizi efektif meningkatkan kesehatan gizi remaja dan dapat menjadi strategi intervensi dalam setting sekolah.

References

Adriani, M., & Wirjatmadi, B. (2016). Peranan gizi dalam siklus kehidupan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Almatsier, S. (2018). Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Arifin, Z. (2017). Evaluasi pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Jakarta: Rajawali Pers.
Giriwijoyo, S., & Sidik, D. Z. (2019). Ilmu faal olahraga: Fisiologi olahraga. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Husdarta, J. S. (2017). Manajemen pendidikan jasmani. Bandung: Alfabeta.
Kementerian Kesehatan RI. (2019). Pedoman gizi seimbang. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak.
Lutan, R. (2018). Strategi pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan. Jakarta: Universitas Terbuka.
Mahardika, I. M. S. (2019). Metodologi penelitian kesehatan: Panduan praktis bagi peneliti pemula. Jakarta: Trans Info Media.
Maksum, A. (2018). Metodologi penelitian dalam olahraga. Surabaya: Unesa University Press.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nurhasan, N., & Cholil, T. (2017). Tes dan pengukuran keolahragaan. Bandung: FPOK UPI.
Pritasari, P., Damayanti, D., & Lestari, N. T. (2017). Gizi dalam daur kehidupan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Rosdiani, D. (2019). Model pembelajaran langsung dalam pendidikan jasmani dan kesehatan. Bandung: Alfabeta.
Saputra, Y. M. (2018). Pembelajaran atletik di sekolah dasar. Jakarta: Direktorat Jenderal Olahraga.
Suharjana, S. (2017). Kebugaran jasmani dan kesehatan. Yogyakarta: UNY Press.
Sukadiyanto, S., & Muluk, D. (2018). Pengantar teori dan metodologi melatih fisik. Bandung: Lubuk Agung.
Supariasa, I. D. N., Bakri, B., & Fajar, I. (2016). Penilaian status gizi. Jakarta: EGC.
Tangkudung, J. (2018). Metodologi penelitian: Kajian dalam olahraga. Jakarta: Percetakan BM Teruna Grafica.
Widodo, A., & Lumintuarso, R. (2019). Pembinaan olahraga usia dini. Yogyakarta: UNY Press.
Winarno, M. E. (2017). Evaluasi dalam pendidikan jasmani dan olahraga. Malang: Universitas Negeri Malang Press.

Published

2025-11-30

Issue

Section

Articles