Olahraga Tradisional sebagai Sarana Pelestarian Budaya dan Kesehatan
Keywords:
olahraga tradisional, pelestarian budaya, kesehatan masyarakat, kearifan lokal, pendidikan karakterAbstract
Olahraga tradisional merupakan warisan budaya yang memiliki nilai strategis dalam pelestarian identitas bangsa sekaligus peningkatan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran olahraga tradisional sebagai medium pelestarian budaya dan promosi kesehatan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan observasi terhadap praktik olahraga tradisional di berbagai daerah. Data dikumpulkan melalui kajian pustaka, wawancara dengan pelaku olahraga tradisional, dan dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa olahraga tradisional memiliki dampak positif ganda yaitu melestarikan nilai-nilai budaya lokal dan meningkatkan kebugaran fisik masyarakat. Analisis menunjukkan bahwa permainan seperti pencak silat, egrang, bakiak, dan congklak tidak hanya melatih kemampuan motorik tetapi juga menanamkan nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, sportivitas, dan solidaritas sosial. Implementasi olahraga tradisional dalam pendidikan dan komunitas terbukti efektif meningkatkan kesadaran budaya generasi muda sambil memberikan manfaat kesehatan fisik dan mental. Penelitian ini merekomendasikan integrasi sistematis olahraga tradisional dalam kurikulum pendidikan dan program kesehatan masyarakat sebagai strategi holistik pelestarian budaya dan peningkatan kualitas hidup.
References
Husdarta. (2011). Manajemen Pendidikan Jasmani. Bandung: Alfabeta.
Kriswanto, E. S. (2015). Pencak Silat: Sejarah, Teknik, Filosofi, dan Peraturan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Kusmaedi, N. (2009). Olahraga Tradisional di Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Lutan, R. (2001). Olahraga dan Etika Fair Play. Jakarta: Direktorat Jenderal Olahraga.
Mutohir, T. C., & Maksum, A. (2007). Sport Development Index. Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Nur, M. (2013). Revitalisasi Permainan Tradisional sebagai Upaya Pelestarian Budaya Lokal. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 12(2), 45-58.
Suherman, A. (2009). Revitalisasi Pengajaran dalam Pendidikan Jasmani. Bandung: CV Bintang Warli Artika.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Suryanto. (2015). Pendidikan Karakter melalui Olahraga Tradisional. Jurnal Pendidikan Karakter, 5(1), 23-35.
Ahmadi, R. (2016). Permainan Tradisional Nusantara. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Budiwanto, S. (2013). Metodologi Latihan Olahraga. Malang: Universitas Negeri Malang Press.
Hidayat, Y. (2014). Nilai-nilai Karakter dalam Olahraga Tradisional. Indonesian Journal of Sport Science, 1(2), 112-125.
Maksum, A. (2012). Metodologi Penelitian dalam Olahraga. Surabaya: Unesa University Press.
Prasetyo, Y. (2015). Kesadaran Masyarakat Berolahraga untuk Peningkatan Kesehatan. Jurnal Medikora, 14(1), 47-64.
Rahayu, E. T. (2013). Strategi Pembelajaran Pendidikan Jasmani. Bandung: Alfabeta.
Rosdiani, D. (2012). Model Pembelajaran Langsung dalam Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Bandung: Alfabeta.
Samsudin. (2008). Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Jakarta: Litera Prenada Media Group.
Widodo, P. (2017). Pelestarian Permainan Rakyat Tradisional sebagai Kekayaan Budaya Bangsa. Jurnal Kebudayaan, 12(1), 78-92.
Winarno, M. E. (2011). Metodologi Penelitian dalam Pendidikan Jasmani. Malang: Universitas Negeri Malang Press.







